Panduan Penulisan

Panduan Penulisan Artikel

Artikel diketik menggunakan Microsoft Word dengan huruf Times New Roman ukuran 11, spasi 1 dan margin kertas: sisi kiri dan kanan 0,75, atas dan bawah 1 cm pada kertas ukuran A4, serta diberi nomor halaman pada sudut kanan bawah. Untuk halaman judul menggunakan halaman satu kolom. Halaman selanjutnya menggunakan format 2 kolom. Silahkan download template penulisan artikel di sini journal template.

Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia dan terbagi dalam:

Judul 

Halaman judul berisi judul, nama dan institusi penulis. Judul dituliskan dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris font Times New Romans 14 pt, spasi 1. Usahakan judul tidak lebih dari 12 kata dalam bahasa Indonesia dan tidak lebih dari 10 kata dalam bahasa Inggris.

Penulisan judul naskah menggunakan Sentence Case (huruf kapital hanya digunakan pada awal judul/huruf pertama sedangkan selebihnya digunakan huruf kecil (lowercase), kecuali untuk nama diri (proper names). Judul tidak menggunakan singkatan atau akronim kecuali yang baku. Tempat dan waktu penelitian tidak perlu disertakan dalam judul kecuali bila penelitian khas untuk waktu dan tempat tersebut.

Penulis dimohon membuat running title maksimal 50 karakter termasuk spasi dan tanda baca.

Nama penulis dituliskan tanpa gelar apa pun, disertai alamat e-mail penulis korespondensi. Jika penulis berasal lebih dari satu institusi, berikan nomor (superscript) di belakang nama tiap penulis.

Salah seorang penulis ditentukan untuk menjadi penulis korespondensi yang diisi dibagian bawah halaman judul (footer). Informasi untuk penulis korespondensi dilengkapi dengan alamat surat menyurat lengkap, nomor telepon/handphone, dan alamat e-mail.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Abstrak

Abstrak ditulis dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Abstrak harus informatif dan menggambarkan keseluruhan isi naskah dari pendahuluan sampai simpulan. Abstrak ditulis dalam bentuk narasi dalam satu paragraf. Penulisan abstrak maksimum 250 kata untuk bahasa indonesia dan jumlah kata untuk abstrak bahasa inggris menyesuaikan. Abstrak ditulis terstruktur yang terdiri dari:

Background (Latar belakang): Tampilkan beberapa kalimat yang menjelaskan ruang lingkup atau konteks penelitian, penelitian sebelumnya yang mendukung, serta justifikasi kebaruan topik yang diteliti.

Objective (Tujuan): Nyatakan tujuan penelitian dan/atau hipotesis yang diuji secara spesifik.

Methods (Metode): Jelaskan desain penelitian yang digunakan, termasuk penggunaan kultur sel, model hewan coba dan subjek manusia. Penulis juga diminta mendeskripsikan intervensi yang dilakukan dan kelompok kontrol penelitian (bila ada) serta metode/prosedur yang spesifik.

Results (Hasil): Tuliskan hasil atau temuan penelitian yang paling penting, termasuk hasil analisis statistik.

Conclusions (Simpulan): Ringkasan 1-2 kalimat yang menunjukkan hasil (outcome) primer penelitian, termasuk potensi kemaknaan klinis apabila relevan (hindari pengungkapan kesimpulan yang terlalu umum).

**Penulisan abstrak tanpa menggunakan subjudul

Key Words (Kata Kunci): Terdiri dari 3–6 kata, disusun berdasarkan urutan alfabetis. Pada bagian bawah abstrak, cantumkan 3 - 6 kata kunci atau frase yang dapat membantu pembaca mengidentifikasi manuskrip yang relevan. Kata kunci dapat berupa kelompok subjek penelitian. Hindari penggunaan kata sifat sebagai kata kunci.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Penulisan artikel menggunakan halaman dua kolom, Times New Romans, 11pt, spasi 1, Sub judul dipisahkan denagan Line Spacing (Before: 0, After 6, dengan urutan penulisan:

1. PENDAHULUAN

  1. Pendahuluan harus menyatakan NOVELTY (kebaruan, orisinalitas, kedalaman paper) dengan menyebutkan perbedaan unik penelitian ini dibanding penelitian-penelitian sebelumnya yang sejenis
  2. Pendahuluan juga seharusnya memuat GAP ANALISIS yang akan terpenuhi jika penulis bisa menjustifikasi pentingnya penelitian dilakukan dan kebanyakan penelitian sebelumnya belum fokus pada penelitian yang akan diteliti oleh penulis

Pendahuluan berisi tentang latar belakang dilakukannya penelitian, disertai dengan pustaka yang relevan dan data pendukung penelitian atau penulisan yang akan di buat. Pendahuluan ditulis dengan skema segitiga terbalik, dimulai dari hal-hal umum yang mengerucut sampai hal-hal pokok khusus, sehingga diperoleh intisari dari masalah penelitian yang menjadi dasar dilakukannya penelitian tersebut, serta menjelaskan tujuan penelitian Citation and Reference menggunakan Mendeley dengan format (IEEE Style).

2. METODE

Harus lengkap dan terperinci sehingga orang lain dapat mengulang penelitian tepat seperti yang dilaporkan. Bagian ini harus ditulis secara naratif dan dibagi menjadi tiga sub bagian yang mengandung informasi berikut:

Desain dan Subjek

  • Desain penelitian
  • Waktu dan tempat penelitian
  • Populasi dan sampel penelitian
  • Perkiraan besar sampel
  • Metode sampling
  • Kriteria inklusi dan eksklusi
  • Kelaikan etika penelitian dengan mencantumkan nomor EC

Pengumpulan dan Pengukuran Data

  • Variabel yang diteliti (definisi dan klasifikasi/kriteria jika ada)
  • Alat dan bahan yang digunakan
  • Informasi terinci tentang bagaimana penelitian ini dilakukan, termasuk pengukuran dan intervensi, contoh: cara pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk menentukan status gizi, berapa kali diukur, siapa yg mengukur, kapan dilakukan pengukuran, dll)
  • Alur atau prosedur penelitian / macam perlakuan (terutama untuk penelitian eksperimen)

Analisis Data

  • Analisis statistik yang digunakan
  • Program komputer yang digunakan

3. HASIL 

Tuliskan hasil penelitian dengan sekuens yang logis, sesuai dengan alur penelitian. Pada umumnya hasil diawali dengan karakteristik subjek penelitian. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk narasi (tekstual), tabel atau gambar (grafik/diagram). Tuliskan juga informasi loss to follow-up atau subjek drop-out (bila ada). Hindari penyajian data subjek penelitian sebagai individu kecuali pada kasus yang ekstrim. Hindari penulisan identitas subjek penelitian.

Tabel dan gambar disajikan secara informatif dengan jumlah maksimal 3-5 tabel atau gambar setiap naskah. Setiap tabel/gambar harus dinyatakan dalam naskah (teks). Tabel dan gambar harus self explanatory; angka-angka dan satuan harus tergambar dengan jelas pada tabel/gambar sehingga tidak tergantung pada teks. Penulisan judul tabel dan gambar dicetak tebal. Tidak diperbolehkan adanya duplikasi informasi, bila informasi lebih jelas dan singkat dengan narasi maka tabel atau gambar tidak diperlukan. Rujukan tabel atau gambar disebutkan pada naskah (teks) dengan urutan pemunculan sesuai urutan penomoran tabel atau gambar. Tabel/gambar yang memuat data dari referensi lain, misalnya data sekunder, harus dituliskan secara jelas sumbernya.

Tabel

Judul tabel ditempatkan di atas tabel. Penomoran tabel dilakukan secara berurutan menggunakan angka Arab (1,2,3, dst). Setiap kolom pada tabel diberi nama sesuai variabel yang ditampilkan (boleh dalam bentuk singkatan baku). Keterangan yang menjelaskan singkatan, kode atau simbol dituliskan sebagai catatan kaki di bagian bawah tabel. Catatan kaki sebaiknya ditulis menggunakan format angka Arab superskrip.

**Klik contoh penulisan Tabel dan Gambar 

Gambar

Judul gambar diletakkan di bawah gambar. Grafik atau gambar harus dibuat dalam format hitam-putih. Gambar atau foto yang harus dicetak berwarna akan dipungut biaya bagi penulis sebagai pengganti biaya cetak warna.

Rujukan setiap gambar atau grafik disebutkan pada naskah (teks) dengan urutan pemunculan sesuai urutan penomoran gambar. Gambar atau grafik harus self explanatory; angka-angka dan satuan harus tergambar dengan jelas pada gambar atau grafik sehingga tidak tergantung pada teks. Singkatan, angka, simbol, tanda panah yang digunakan pada gambar atau keterangan gambar, harus didefinisikan di bawah gambar dengan urutan sesuai abjad. Resolusi gambar minimal tidak ditentukan, namun harus dapat terlihat dengan jelas ketika dicetak.

 4. PEMBAHASAN

Bahasan diawali dengan penemuan utama dalam penelitian kemudian dibahas makna temuan penelitian, dengan cara membandingkan hasil penelitian dengan pengetahuan atau hasil penelitian sebelumnya dan menghubungkan temuan dengan aspek praktik klinis, sosial, serta ilmiah. Tidak diperbolehkan mengulang informasi yang telah disajikan dalam hasil. Sebaiknya hindari penggunaan buku teks, pegangan metodologi, buku-buku klasik, dan berita surat kabar sebagai bahan acuan pembanding dalam bahasan. Gunakan istilah yang baku serta bahasa yang baik dan benar. Bahasan harus jelas konsep dan urutan logika antar paragraf. Setiap singkatan yang muncul pertama kali harus disebutkan dulu kepanjangannya.

Pembahasan harus mengandung 3 pokok kunci:

  • How? Menuliskan esensi hasil (finding), apa temuannya, highlightnya dituliskan dalam HASIL
  • Why? Kuat dari sisi ilmiah, pada bagian pembahasan terlihat adanya kaitan antara hasil yang diperoleh dan konsep dasar dan/atau hipotesis atau keterkaitan antara hasil kinerja dan hasil analisis
  • What else?Membandingkan hasil penelitian dengan hasil penelitian sebelumnya, apakah ada kesesuaian atau pertentangan dengan hasil penelitian orang lain? Apa penyebabnya?

5. KESIMPULAN DAN SARAN

Simpulan dibuat naratif dalam 1 (satu) paragraf atau lebih, berdasarkan hasil penelitian dan tidak mencantumkan angka statistik. Saran yang diberikan harus sesuai dengan simpulan yang diambil. Berikan saran untuk penelitian lanjutan bila ada.

6. UCAPAN TERIMA KASIH

Ucapan terima kasih diungkapkan dengan wajar dan hanya ditujukan kepada pemberi dana penelitian dan atau mereka yang memberi kontribusi yang signifikan tetapi belum memenuhi syarat untuk dimasukkan sebagai penulis (author).

7. REFERENSI

Bagian ini memuat semua rujukan dan literature yang digunakan dalam penulisan. Semua referensi yang disebutkan harus dirujuk didalam tulisan. Minimal referensi yang digunakan dalam satu artikel ialah 20 referensi. Daftar referensi disarankan menggunakan Tools Reference manager seperti MENDELEY  dengan Style Citation IEEE

Contoh:

[1] S. A. Adefegha, “Functional Foods and Nutraceuticals as Dietary Intervention in Chronic Diseases; Novel Perspectives for Health Promotion and Disease Prevention,” J. Diet. Suppl., vol. 15, no. 6, pp. 977–1009, 2018.

[2]  M. N. Vella, L. M. Stratton, J. Sheeshka, and A. M. Duncan, “Functional food awareness and perceptions in relation to information sources in older adults,” Nutr. J., vol. 13, no. 1, p. 44, Dec. 2014.

Penulis diharapkan mengacu paling tidak satu artikel relevan yang pernah terbit di Nutriology: Jurnal Pangan,Gizi,Kesehatan. Sebisa mungkin persentase rujukan memenuhi syarat sebagai berikut:

  • Lebih dari 30% pustaka merupakan hasil penelitian atau artikel dalam jurnal
  • Lebih dari 80% pustaka adalah pustaka primer (artikel yang diterbitkan oleh jurnal yang kredibel/bereputasi, prosiding dan disertasi)
  • Lebih dari 80% pustaka adalah terbitan 15 tahun terakhir