Asupan Fe, Kadar Hb Dan Vo2Maks pada Atlet Sepakbola di Kabupaten Sleman Yogyakarta

  • Yanita Listianasari jurusan Gizi Poltekkes Tasikmalaya
Keywords: Atlet, Asupan Fe, Kadar Hb, Vo2Maks

Abstract

Asupan gizi yang terkait dengan olahraga diperlukan untuk mempertahankan kebugaran dan meningkatkan prestasi atlet. Akhir-akhir ini prestasi sepakbola Indonesia sedang menurun karena tidak adanya prestasi yang membanggakan dalam sepakbola Indonesia. Banyak atlet PS Sleman yang kurang disiplin tentang makan, misalnya tidak makan sebelum berlatih di lapangan, sehingga menjadi lemas, cepat lelah dan akan berpengaruh terhadap performance. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan asupan Fe dengan Kadar Hb dan VO2Maks pada atlet sepakbola. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah semua atlet sepak bola PS Sleman yang berjumlah 37 orang. Pengumpulan data diperoleh dari recall 24 jam untuk mengetahui asupan Fe, pengukuran kadar Hb dengan metode cyanmethemoglobin dan pengukuran VO2Maks dengan metode tes lari multitahap. Data diolah dan dianalisis secara deskriptif analitik menggunakan uji korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara asupan Fe dengan kadar Hb (p=0,326). Tidak ada hubungan yang bermakna antara kadar Hb dengan VO2Maks (p0,071=).

References

(1) Irianto, D. P. 2017. Pedoman Gizi Lengkap Keluarga dan Olahragawan. Yogyakarta: ANDI Offset.
(2) Depkes RI. 2000. Pedoman Pelatihan Gizi Olahraga untuk Prestasi. Jakarta: Ditjen Pembinaan Kesehatan Masyarakat Direktorat Bina Gizi masyarakat.
(3) Ranggasudira, A. R. 2004. Gizi, Olahraga dan Kesehatan Olahraga. Jakarta: Balai Penerbit FK UI.
(4) Husaini, M. A. 2000. Kebutuhan Protein untuk Berprestasi Optimal. Pedoman Pelatihan Gizi Olahraga untuk Prestasi. Jakarta: Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial.
(5) Raya, M. 2017. Olahraga Indonesia Krisis Prestasi. Jakarta. Tersedia di: https://sport.detik.com/sport-lain/3623263/olahraga-indonesia-krisis-prestasi. [Diakses 23 Juli 2020].
(6) Wibowo, R. 2012. Peringkat FIFA Indonesia Menurun. Kompasiana Sharing Connecting. Diunduh tanggal 16 Juni 2019 dari http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=67101
(7) Depkes RI. 2002. Gizi Atlet Sepakbola. Jakarta: Ditjen Pembinaan Kesehatan Masyarakat Direktorat Bina Gizi masyarakat.
(8) Wirakusumah, E. S. 1998. Perencanaan Menu Anemia Gizi Besi. Jakarta: PT. Trubus Agriwidya.
(9) Mayasari, M. 2007. Hubungan Asupan Protein, Fe, dan Vitamin C dengan Kadar Hb
dan Daya Tahan Jantung Paru Atlet pada Pemusatan Latihan Daerah Pra PON XVII Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Nutrisia: 9(2);83-91.
(10) Karyadi, D. 2001. Hubungan Ketahanan Fisik dengan Keadaan Gizi dan Anemia Gizi Besi. Proceedings of The Seminar Sports Medicine Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Denpasar: 21-22 Desember 2005.
(11) Retnoningsih. 2004. Hubungan Tingkat Konsumsi Protein, Besi dan Vitamin C dengan Kadar Hemoglobin Santri Putri Usia 13-18 Tahun (Studi di Pondok Pesantren Asram Fathimiyah Miftahul Ilmi) Babakan, Ciwaringin, Kabupaten Cirebon. Diunduh tanggal 16 Juni 2019 dari http://www.fkm-undip.or.id.
(12) Sartono, H. 2009. Daya Tahan Jantung-Paru dan Status Gizi Atlet Sepak PS. Kalasan Sleman Yogyakarta Berdasarkan Tingkat Pendidikan Orang Tua. Skripsi. Yogyakarta:UNY.
(13) Guyton, A. C, and Hall, J. E. 1996. Textbook of Medical Physiology (9th ed). Setiawan, I, Tengadi, A, Santoso, A. 1997 (Alih Bahasa). Jakarta: CV. EGC Penerbit Buku Kedokteran.
(14) Heyward, V. H. 2010. Advanced Fitness Assesment and Exercise Prescription. USA: Burgess Publishing Company.
(15) Fajar, I. 1999. Pola Konsumsi, Status Gizi dan Kesegaran Jasmani Siswa Sepakbola di Malang. Jakarta: Binadiknakes Edisi 29.
(16) Tipton, K. D. 2007. Protein Requirements and Recommendations for Athletes. Relevance of ivory tower arguments for practical recommendations. Clinical Sports Med: 26(6) 17-36.
(17) Kusumawati. 2004. Hubungan antara Pola Konsumsi Protein dan Fe dengan Daya Tahan Jantung Atlet Sepakbola PS. Semen Padangan Tahun 2004. Jurnal Gizi Klinik Indonesia: 8(1) 14-22.
(18) Almatsier, S. 2002. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedika Pustaka Utama.
(19) Kartini, A., Hertanto, W.S, Rahfiludin, M.Z. 1998. Kesegaran Jasmani dan Status Gizi Murid Sekolah Dasar di Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah. Media Indosiana: 33(2) 73-79.
(20) Agustini, N. P., Mas’ud, I. 1989. Gambaran Status Gizi dan VO2Maks Kelompok Olahragawan dan Kelompok Mahasiswa Kedokteran. Medika: 15(1) 30-34.
(21) Sadikin, M. 2002. Biokimia Darah. Jakarta: PT. Widya Medika.
(22) Kristanti, M, Pradono, J. 1998. Pengetahuan Perilaku Berolahrawa dan Status Kesegaran Jasmani Warga Kelurahan Kebon Manggis Umur 20-39 Tahun, Jakarta Timur. Buletin: Penerbit Kesehatan: 28(2) 435-441.
Published
2020-11-18
How to Cite
Listianasari, Y. (2020). Asupan Fe, Kadar Hb Dan Vo2Maks pada Atlet Sepakbola di Kabupaten Sleman Yogyakarta. Nutriology Jurnal, 1(2), 35-41. https://doi.org/https://doi.org/10.30812/nutriology.v1i2.843
Section
Articles