Sistem Pakar untuk Identifikasi Kandungan Formalin dan Boraks pada Makanan dengan Menggunakan Metode Certainty Factor

  • Hengki Tamando Sihotang STMIK Pelita Nusantara
  • Fristi Riandari STMIK Pelita Nusantara
  • Pilisman Buulolo STMIK Pelita Nusantara
  • Husain Husain Universitas Bumigora
Keywords: Food, Formalin, Borax, Certainty Factor

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui identifikasi kandungan zat pengawet berbahaya boraks dan formalin pada makanan. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi kandungan zat berbahaya pada makanan dengan menggunakan Certainty Factor dengan teknik pemberian bobot pada setiap premis (gejala) hingga memperoleh persentase keyakinan untuk mengidentifikasi makanan yang mengandung formalin dan boraks. Hasil penelitian ini adalah Kandungan boraks pada makanan, dari 4 sampel makanan (100%) yaitu 4 sampel atau seluruh sampel tidak mengandung boraks dengan persentase sebesar 100%. Kandungan formalin pada makanan, dari 4 sampel makanan (100%) yaitu ada 2 sampel makanan positif mengandung formalin dengan persentase sebesar 50% dan ada 2 makanan negative mengandung formalin dengan persentase sebesar 50%. Dari hasil pemeriksaan menggunakan spektrofoto meter UV-VIS kadar formalin yang terendah terdapat pada sampel (Ikan Segar) dengan nilai 0,6631 mg/l. Kadar formalin yang tertinggi terdapat pada sampel C (Mi Bakso) dengan nilai 1,7140 mg/l.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] S. Sovia and G. Ginting, “Aplikasi Sistem Pakar Untuk Identifikasi Kandungan Formalin pada Makanan dengan Menggunakan Metode Certainty Factor,” Pelita Inform. Inf. dan Inform., Vol. 6, No. 3, pp. 357–362, 2018.
[2] D. P. K. Putri and S. Lestari, “Pembagian Peran Dalam Rumah Tangga Pada Pasangan Suami Istri Jawa,” J. Penelit. Hum., Vol. 16, No. 1, pp. 72–85, 2016.
[3] M. Munawarah, “Peran Balai Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM) di kota Palangkaraya terhadap produk kecantikan.” IAIN Palangka Raya, 2019.
[4] N. U. Dewi, A. Rahman, Y. I. Jayadi, D. A. Hartini, F. Pradana, and U. Aiman, “Are Sellers Who Have Low level of Knowledge, Attitudes and Practice Selling Snacks With Harmful Food Additives?,” Indian J. Public Heal. Res. Dev., vol. 10, no. 8, 2019.
[5] M. I. Kholil and G. W. Nurcahyo, “Sistem Pakar Menggunakan Metode Backward Chaining dalam Mengidentifikasi Kandungan Senyawa Boraks, Formalin, Rhodamin B dan Metanil Yellow pada Makanan,” J. Sistim Inf. dan Teknol., pp. 34–40, 2021.
[6] D. Sudrajat et al., “Expert System Application for Identifying Formalin and Borax in Foods Using the Certainty Factor Method,” Eurasian J. Anal. Chem., vol. 13, no. 6, pp. 321–325, 2018.
[7] L. P. Hasibuan, V. Sihombing, and M. H. Dar, “Implementation Of Expert System To Identify Formalin And Borax Content In Food Using The Certainty Factor Method,” INFOKUM, Vol. 9, No. 2, June, pp. 171–176, 2021.
[8] E. M. Zamzami and M. Arif, “Expert System in Periodontal Diseases Diagnosis Using the Certainty Factor Method,” in Journal of Physics: Conference Series, 2021, Vol. 1898, No. 1, p. 12004.
[9] A. Supiandi and D. B. Chandradimuka, “Sistem Pakar Diagnosa Depresi Mahasiswa Akhir Dengan Metode Certainty Factor Berbasis Mobile,” J. Inform., Vol. 5, No. 1, pp. 102–111, 2018.
[10] I. Rusydi and P. S. Ramadhan, “Analisis Perbandingan Classycal Probability dengan Metode Certainty Factor dalam Penyelesaian Kasus Ketidakpastian (Studi Kasus: Identifikasi Jenis Racun Bisa Ular),” Algoritm. J. Ilmu Komput. dan Inform., Vol. 3, No. 1, p. 72, 2019.
[11] L. Lestari, “Sistem Pakar Mendiagnosa Zat Kimia Berbahaya Pada Kosmetik Dengan Menerapkan Metode Certainty Factor,” Pelita Inform. Inf. dan Inform., Vol. 7, No. 1, pp. 71–76, 2018.
[12] C. Hayat, A. Amyou, and M. Marcel, “Analisa Perbandingan Keakuratan Metode Certainty Factor dan Dempster Shafer untuk Diagnosia Dini Penyakit Hepatitis berbasis Mobile,” J. Comput. Sci. Informatics Eng., Vol. 4, No. 1, pp. 63–74, 2020.
[13] A. A. Ramadhanti S, “Analisis Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) pada Beberapa Komoditas Sayur yang Dijual di Pasar Terong Kota Makassar.” Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, 2019.
[14] A. Nursikuwagus, N. R. Andani, and t. Hartono, “Construct And Design Prediction System Of Level Children Retardation In Certainty Factor Model,” J. Eng. Sci. Technol., Vol. 16, No. 2, pp. 1539–1546, 2021.
[15] P. Szolovits, Artificial intelligence in medicine. Routledge, 2019.
[16] C. Gulo and N. A. Hasibuan, “Perancangan Sistem Pakar Deteksi Kerusakan Mobil Honda Cr-V Dengan Menerapkan Metode Certainty Factor,” KOMIK (Konferensi Nas. Teknol. Inf. dan Komputer), Vol. 1, No. 1, 2017.
[17] A. Pakpahan et al., “Implementation of Certainty Factor Method for Diagnoses of Photocopy Machine Damage,” J. Phys. Conf. Ser., Vol. 1255, No. 1, 2019, doi: 10.1088/1742-6596/1255/1/012059.
[18] F. I. Mevung, A. Suyatno, and S. Maharani, “Diagnosis Penyakit Kejiwaan Menggunakan Metode Certainty Factor,” Samarinda Fak. Ilmu Komput. dan Teknol. Informasi, Univ. Mulawarman, 2017.
[19] R. Adryan, H. Hidayatullah, F. I. H. Sanusi, R. A. Octavian, and H. Supriadi, “Web Based Expert System Diagnosis Of Poultry Disease With Certainty Factors Method,” Turkish J. Physiother. Rehabil., Vol. 32, p. 3.
[20] A. Purtee and L. Schubert, “Simple rules for probabilistic commonsense reasoning,” Proc. 5th Ann. Conf. Adv. Cogn. Syst. (ACS 2017). Cogn. Syst. Found., 2017.
[21] S. Kusumadewi, Artificial intelligence (teknik dan aplikasinya). Yogyakarta: Graha Ilmu, 2003.
[22] B. H. Hayadi and K. Rukun, What is Expert System. Yogyakarta: Deepublish, 2016.
[23] R. A. Putri, Sistem Pakar. Medan: Fakultas Sains dan Teknologi UINSU Medan, 2020.
[24] A. Anggrawan, S. Satuang, and M. Abdillah, “Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Ayam Broiler Menggunakan Forward Chaining dan Certainty Factor”, MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer, vol. 20, no. 1, pp. 97-108
[25] M. Hakim, “Sistem Pakar Penentuan Kaidah Hukum dalam Ilmu Nahwu Pada Babul Marfu’atil Asma’ Menggunakan Metode Forward Chaining”, MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer, vol. 16, no. 1, pp. 56-66
Published
2021-11-26
How to Cite
Sihotang, H., Riandari, F., Buulolo, P., & Husain, H. (2021). Sistem Pakar untuk Identifikasi Kandungan Formalin dan Boraks pada Makanan dengan Menggunakan Metode Certainty Factor. MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika Dan Rekayasa Komputer, 21(1), 63-74. https://doi.org/https://doi.org/10.30812/matrik.v21i1.1364
Section
Articles