Penerimaan Uang Elektronik di Pesantren: Studi Kasus Aplikasi DQM Akses
DOI:
https://doi.org/10.30812/income.v4i1.6111Keywords:
DQM Akses, Pesantren, TAM, Transaksi non-tunai, Uang elektronikAbstract
This study examines user acceptance of the DQM Akses electronic-money application in the Darul Quran boarding-school environment and identifies key factors influencing adoption. A mixed-methods design was used, combining a Likert-scale questionnaire survey (n=159) with in-depth interviews involving users and system managers. The analysis is grounded in the Technology Acceptance Model (TAM), covering perceived usefulness, perceived ease of use, behavioral intention, and additional factors. Results indicate generally positive acceptance, with usability and transaction practicality highlighted as primary benefits, while network stability and card/saldo security remain concerns. Multiple regression suggests that behavioral intention and additional factors are the dominant predictors of acceptance, whereas perceived usefulness and ease of use contribute only marginally. The findings imply that improving user experience, reliability, and security features (e.g., PIN/OTP) is essential to strengthen cashless adoption in boarding schools.
====
Digitalisasi transaksi keuangan mulai merambah lingkungan pesantren, termasuk melalui aplikasi DQM Akses yang digunakan di SMAIT Darul Quran untuk mendukung transaksi non-tunai antara santri, guru, karyawan, wali santri, dan pedagang sekitar. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat penerimaan uang elektronik melalui DQM Akses serta mengidentifikasi faktor penentunya menggunakan kerangka \textit{Technology Acceptance Model} (TAM). Studi kasus ini menggunakan metode campuran: survei kuesioner skala Likert kepada 159 responden dan wawancara mendalam dengan perwakilan pengguna serta pengelola. Variabel TAM yang dianalisis mencakup kemanfaatan yang dirasakan (KD), kemudahan penggunaan (KP), niat menggunakan (NM), dan faktor tambahan (FT) seperti kepercayaan dan keamanan. Analisis dilakukan dengan statistik deskriptif, regresi linear berganda pada skor rata-rata blok variabel, dan analisis tematik untuk data kualitatif. Hasil menunjukkan penerimaan DQM Akses cenderung positif; pengguna menilai transaksi lebih praktis, efisien, serta meningkatkan transparansi pencatatan. Namun, kendala koneksi jaringan, antrean saat transaksi, dan proteksi keamanan kartu/saldo masih menjadi isu. Regresi mengindikasikan bahwa NM dan FT menjadi penentu utama penerimaan, sedangkan KD dan KP berkontribusi lebih kecil. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan keamanan, reliabilitas infrastruktur, dan komunikasi manfaat bagi pemangku kepentingan untuk mendorong adopsi cashless yang selaras dengan nilai pesantren. Implikasi praktisnya, pengelola pesantren dan pengembang aplikasi perlu menyediakan edukasi pengguna, SOP penanganan gangguan, serta mekanisme otentikasi (misalnya PIN/OTP) agar transaksi tetap aman dan nyaman bagi seluruh pihak.
Downloads
References
Aditya, A., R. Wardhana. (2016). Pengaruh perceived usefulness dan perceived ease of use terhadap behavioral intention dengan pendekatan technology acceptance model (tam) pada pengguna instant messaging line di indonesia. Jurnal Siasat Bisnis, 20(1), 24–32. https://doi.org/10. 20885/jsb.vol20.iss1.art3
Afifuddin., M. (2022). Peran pesantren dalam pengembangan ekonomi syariah (studi pada pondok pesantren nurul jadid dan pondok pesantren zainul hasan). ILTIZAMAT: Journal of Economic Sharia Law and Business Studies, 2(1), 214–230. https://doi.org/10.55120/iltizamat.v2i1.915
Badri, R. E., Putri, A. S., & Dyasvaro, R. (2022). Faktor-faktor yang memengaruhi minat penggunaan aplikasi fintech paylater: Integrasi model TAM dengan religiusitas [Online.]. Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat 2022, 91–99. https://jurnal.darmajaya.ac.id/ index.php/PSND/article/view/3219
Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319–340. https://doi.org/10.2307/249008
Fasiri,A.,M.J.AlAziz.(2021).Uangdalamtinjauanekonomiislam.Ecopreneur : Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam, 2(1), 95–104. https://repository.syekhnurjati.ac.id/4596/1/Jurnal_Aziz_dk.pdf
Gabsir, M. (2020). Pengaruh literasi keuangan dan literasi teknologi terhadap adopsi uang elektronik pada mahasiswa fakultas bisnis dan ekonomika universitas atma jaya yogyakarta [Doctoral dissertation, Universitas Atma Jaya Yogyakarta]. https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/ 23070/1/1603230531.pdf
Gefen, D., Karahanna, E., & Straub, D. W. (2003). Trust and tam in online shopping: An integrated model. Information Systems Research, 13(2), 37–59. https://doi.org/10.1016/S0378-7206(03) 00043-9
Gurendrawati, E., Murdayanti, Y., & Indriani, S. (2019). Pengembangan potensi sdm pesantren melalui pelatihan pemahaman dan pengetahuan pengelolaan keuangan. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 20. https://doi.org/10.30651/aks.v4i1.2513
Haris, M. A. (2023). Urgensi digitalisasi pendidikan pesantren di era society 5.0 (peluang dan tantan- gannya di pondok pesantren al-amin indramayu). Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 6(01), 49–64. https://doi.org/10.30868/im.v4i02.3616
Hilmawan, T. W. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi minat masyarakat kota malang menggu- nakan uang elektronik dengan menggunakan model utaut [Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim]. http://etheses.uin-malang.ac.id/19863/1/15540051.pdf
Ilyas, R. H. (2016). Konsep uang dalam perspektif islam. Bisnis Dan Manajemen Islam, 02(01), 85–97. https://www.academia.edu/download/80550548/1507.pdf
Inuddanis Santika, A. (2024). Implementasi fatwa dewan syariah nasional majelis ulama indonesia nomor: 116/dsn-mui/ix/2017 tentang uang elektronik (e-money). At-Tasharruf “Jurnal Kajian Ekonomi Dan Bisnis Syariah,” 6(1), 55–67. https://doi.org/10.32528/at.v6i1.1772. https://doi.org/10.32528/at.v6i1.1772
Nanda, A. S., & Fitryani, F. (2024). Mendorong kemandirian ekonomi santri melalui entrepreneurship pada pondok pesantren mamba’ul ulum di mojokerto. Ecopreneur: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam, 5(01), 11–20. https://jurnal.uibbc.ac.id/index.php/ecopreneur/article/download/1977/ 1000/
Ningsih, T. R. (2017). Pemberdayaan ekonomi pesantren melalui pengembangan sumber daya lokal. Lembaran Masyarakat, 3(1), 57–78. http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php? article=854006&val=13707&title=PEMBERDAYAAN%20EKONOMI%20PESANTREN% 20MELALUI%20PENGEMBANGAN%20SUMBER%20DAYA%20LOKAL
Oktavia, Y., Afifi, A. A., Eliza, M., & Abbas, A. F. (2023). Pengembangan tdr-im sistem informasi manajemen keuangan siswa di pondok pesantren: Integrasi, simplifikasi dan digitalisasi. Journal of Regional Development and Technology Initiatives, 1(May), 1–15. https://doi.org/10.58764/j. jrdti.2023.2.28
Pavlou, P. A. (2003). Consumer acceptance of electronic commerce: Integrating trust and risk with the technology acceptance model. Management Science, 49(4), 465–490. https://doi.org/10.1287/ mnsc.49.4.465.14431
Prasetyo, H. (2023). Pendayagunaan aplikasi keuangan melalui metode prototipe dalam meningkatkan pengelolaan keuangan pondok pesantren berdasarkan pedoman akuntansi pesantren. Eksos, 19(2), 209–220.
Rahayu, N., T.and Uin. (2018). Pemberdayaan ekonomi pesantren melalui pengembangan sumber daya lokal: Studi pada pondok pesantren daarut tauhid. Jurnal. Uinbanten. Ac. Id, 57–79. https://media.neliti.com/media/publications/282541-pemberdayaan-ekonomi-pesantren- melalui-p-2c0eb1d9.pdf
Rahmawati, S., F.and Walyoto. (2022). Optimalisasi hebitren dan potensi umkm halal dalam pengem- bangan ekonomi syariah pondok pesantren. Social Science Studies, 2(3), 240–257. https://doi.org/10.47153/sss23.3982022
Rahmawaty, A. (2013). Uang dan kebijakan moneter dalam perspektif ekonomi islam. Uang Dan Kebijakan Moneter Dalam Perspektif Ekonomi Islam, 1(2), 181–199. https://www.academia. edu/download/106738700/213_4653_1_PB.pdf
Rogers, E. M. (2003). Diffusion of innovations (5th ed.) Free Press. https://doi.org/10.1002/ 9780470774298
Sabarkhah, D. R. (2018). Pengukuran tingkat penerimaan dan penggunaan teknologi uang elektronik di tangerang selatan dengan menggunakan model utaut 2 [Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, 5–24.]. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/ 44268
Salim, R., D. J. N.and Rakhmawati. (2023). Sistem pembayaran cashless berbasis iot sebagai inovasi pembayaran digital di lingkungan pesantren salaf. Go Infotech: Jurnal Ilmiah STMIK AUB, 29(2), 125–134. https://doi.org/10.36309/goi.v29i2.210
Santoso, B. (2010). Pengaruh perceived usefulness, perceived ease of use, dan perceived enjoyment terhadap penerimaan teknologi informasi (studi empiris di kabupaten sragen). Jurnal Studi Akuntansi Indonesia, 1–15. https://digilib.uns.ac.id/dokumen/detail/14249/Pengaruh- perceived-usefulness-perceived-ease-of-use-dan-perceived-enjoyment-terhadap-penerimaan- teknologi-informasi-Studi-Empiris-di-Kabupaten-Sragen
Saputra, M., M. S.and Nurjihadi. (2023). Sikap mahasiswa dalam adopsi aplikasi keuangan brimo dengan pendekatan technology acceptance model (tam). BIOS : Jurnal Teknologi Informasi Dan Rekayasa Komputer, 4(1), 18–24. https://doi.org/10.37148/bios.v4i1.59
Siahaan, T. I., & Wagiu, E. B. (2017). Analisis technology acceptance model (tam) pada sistem e-learning universitas advent indonesia. TeIKa, 7(2), 87–96. https://jurnal.unai.edu/index.php/ teika/article/download/754/579
Sihotang, M. I. P., H. T. M.and Nasution. (2025). Perbandingan efisiensi transaksi uang digital dan uang tunai di indonesia. Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Manajemen, 3(1), 245–252. https://doi.org/10.61722/jiem.v3i1.3496
Sudiantini, D., Ayu, M. P., Aswan, M. C. A. S., Prastuti, M. A., & Melani., A. (2023). Transformasi digital:Dampak,tantangan,danpeluanguntukpertumbuhanekonomidigital.Trending: Jurnal Ekonomi, Akuntansi Dan Manajemen,1(3),21–30.https://doi.org/10.30640/trending.v1i3.1115
Tazkiyyaturrohmah, R. (2018). Eksistensi uang elektronik sebagai alat transaksi keuangan modern. Muslim Heritage, 3(1), 23. https://doi.org/10.21154/muslimheritage.v3i1.1240
Triyanto, I. R. (2023). Prosiding seminar sosial politik, bisnis, akuntansi dan teknik (sobat) ke-5 bandung, 28 oktober 2023 337 adopsi penggunaan uang elektronik di indonesia: Systematic literature review [Prosiding Seminar Sosial Politik, Bisnis, Akuntansi Dan Teknik, 5(2), 337. https://doi.org/10.32897/sobat.2023.5.0.3115]. Prosiding Seminar Sosial Politik, Bisnis, Akun- tansi Dan Teknik, 5(2), 337. https://doi.org/10.32897/sobat.2023.5.0.3115
Umar S.E., M. S. (2017). Ekonomi moneter [In E. Damayanti (Ed.), Seri Sinopsis Pengantar Ilmu Ekonomi No. 5 (Oktober, 2). WIDINA BHAKTI PERSADA BANDUNG.]. https://repository. penerbitwidina.com/media/publications/557923-ekonomi-moneter-6ec9e2d1.pdf
Venkatesh, V., Morris, M. G., Davis, G. B., & Davis, F. D. (2003). User acceptance of information technology: Toward a unified view. The Journal of Social Psychology, 36(2), 425–478. https://doi.org/10.1111/j.1540-4560.2003.tb00152.x
Zahra, T. Z., Tsalsabila, S. F., Ashidiq, M. Z., Susana, L. M., & Esy, M. (n.d.). Pengaruh transaksi elektronik terhadap perkembangan ekonomi syariah. https://www.academia.edu/download/ 121352874/Pengaruh_Transaksi_Elektronik_Terhadap_Perkembangan_Ekonomi_Syariah_ Tsania_Sania_Zuhal.pdf
Zakariya, M. S., M.and Musthofa. (2023). Pendampingan pengelolaan keuangan bagi pengelola pondok pesantren darussaadah pace kulon pace nganjuk. NGALIMAN: Jurnal, 2(2), 89–102. http://ejurnal.iaipd-nganjuk.ac.id/index.php/ngaliman/article/view/569%0Ahttp://ejurnal.iaipd- nganjuk.ac.id/index.php/ngaliman/article/download/569/436
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Budi Nugroho, Naila Khadijah Al Khansa, Fathna Adiba Misbah, Nida Ghaida

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Budi Nugroho








