Narasi Visual Relief Cerita Ramayana di Candi Brahma Prambanan: Kajian Cara Menggambar dan Bahasa Rupa Khas
DOI:
https://doi.org/10.30812/sasak.v8i1.6308Keywords:
Naturalis-Perspektif-Momenopname (NPM), Relief cerita Ramayana, Ruang Waktu Datar, Sistem MenggambarAbstract
Relief Ramayana pada Candi Brahma Prambanan merupakan karya visual monumental yang berfungsi sebagai media komunikasi budaya Hindu Jawa Kuno. Interpretasi terhadap relief ini selama ini cenderung didominasi paradigma Naturalis-Perspektif-Momenopname (NPM), yaitu sistem menggambar Barat yang terbatas dalam membaca narasi visual tradisional. Penelitian ini bertujuan mendekonstruksi cara menggambar relief melalui perspektif non-NPM menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan observasi visual sistematis serta triangulasi data melalui wawancara bersama kreator dan akademisi bidang arkeologi. Analisis dilakukan menggunakan teori Ruang-Waktu-Datar sebagai pendekatan alternatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relief Ramayana disusun melalui strategi visual kompleks, seperti repetisi tokoh, manipulasi skala, dan sinkronisasi gestur tubuh untuk menghadirkan rangkaian peristiwa secara simultan tanpa perspektif linier. Berbeda dengan NPM yang hanya merepresentasikan satu momen tunggal, setiap panel relief merangkum fragmen cerita yang berkesinambungan. Temuan ini menegaskan bahwa relief Ramayana beroperasi sebagai bahasa rupa otonom yang efektif dalam menyampaikan narasi visual, sekaligus memperkuat diskursus seni rupa Nusantara yang lebih inklusif dan tidak bergantung pada dominasi estetika Barat.
References
[1] P. Tabrani, “Bahasa Rupa Dan Kemungkinan Munculnya Senirupa Indonesia Kontemporer Yang Baru,” Wimba J. Komun. Vis., vol. 8, no. 1, pp. 1–12, 2017, doi: 10.5614/jkvw.2017.8.1.1.
[2] P. Tabrani, “Bahasa-Rupa.” Kelir, Bandung, 2012.
[3] T. Haryadi and G. E. Saputro, “Eksplorasi Bahasa Rupa Rwd Dalam Komunikasi Grafis (Studi Kasus: Karya Mahasiswa Tugas Akhir Dkv),” vol. 04, pp. 157–171, 2019, doi: /10.25124/demandia.v4i2.2159.
[4] J. Bateman, J. Wildfeuer, and T. Hiippala, Multimodality. Berlin: De Gruyter Mouton, 2017.
[5] A. D. Iskandar, F. P. Supandi, and M. Astuti, “Main Characters and Relief of the Ramayana Story at the Siwa Temple of Prambanan,” vol. 8, no. 1, pp. 122–138, 2024.
[6] A. D. Iskandar and F. P. Supandi, “Disclosing The Language And Character Design Of Krishnayana Story Reliefs Of Prambanan Temple For A Photographic Creation Model Turkish Journal of,” vol. 12, no. 11, pp. 1312–1320, 2021, doi: 10.17762/turcomat.v12i11.6037.
[7] V. Duong, S. Bunzli, L. F. Callahan, D. J. Hunter, J. S. Kim, and A. Mobasheri, “Visual narratives in medicine; Bridging the gap in graphic medicine with an illustrated narrative of osteoarthritis,” vol. 6, no. December 2023, 2024, doi: 10.1016/j.ocarto.2024.100471.
[8] H. Hertiasa, “Model Adaptasi Narasi Visual Dinamis Untuk Meningkatkan Keterbacaan Relief Karmawibhangga.pdf,” Institut Teknologi Bandung, Bandung, 2023. [Online]. Available: https://digilib.itb.ac.id/gdl/view/74974/kemantapan-lereng-dinamis
[9] P. Tabrani, “Prinsip-Prinsip Bahasa Rupa,” J. Budaya Nusant., vol. 1, no. 2, pp. 173–195, 2018, doi: 10.36456/b.nusantara.vol1.no2.a1579.
[10] “Melacak Jejak Perkembangan Seni di Indonesia.” arti.line, Bandung, 2000.
[11] I. Mutiaz and P. Tabrani, “Cara Wimba dan Tata Ungkap Bumper MTV: Sebuah Kajian Bahasa Rupa Media Rupa Rungu Dinamis,” Wimba J. Komun. Vis., vol. 1, no. 1, pp. 37–59, 2015, doi: 10.5614/jkvw.2009.1.1.3.
[12] S. Alfan and N. F. Nisa, “the Design of the Rahwana Character As an Adaptation of the Ramayana Reliefs on the Prambanan Temple Into Animation,” Artist. Int. J. Creat. Innov., vol. 6, no. 1, pp. 1–16, 2025, doi: 10.33153/artistic.v6i1.6392.
[13] A. Restiyadi, “The Reliefs of Ramayana and Kṛeṣṇa Story at Lara Jonggrang Temple and Reign Shift of The Ancient Mataram in 9th Century AD,” Berk. Arkeol., vol. 40, no. 1, pp. 45–62, 2020, doi: 10.30883/jba.v40i1.478.
[14] K. P. Lestari, D. Setiyani, I. Rahmalina, S. K. Nadziroh, L. Fu’adah, and A. Fatah, “Visualisasi Nilai – Nilai Pendidikan Karakter Dalam Visualisasi Nilai – Nilai Pendidikan Karakter Dalam Relief Candi Prambanan Bagi Mahasiswa Tadris IPS IAIN Kudus,” vol. 4, no. 3, pp. 1911–1924, 2024, doi: 10.51574/jrip.v4i3.2017.
[15] A. Setyawan and N. Fijriani, “Analisis Perjalanan Rama Pada Relief Ramayana Candi Prambanan Untuk Konsep Naratif Animasi Dengan Pendekatan Hero’s Journey,” vol. 20, no. 2, pp. 131–137, 2024.
[16] A. D. Iskandar and D. Maulana, “The Way Of Seeing Of Ramayana Story-Relief Of Prambanan Temple,” Rev. Int. Geogr. Educ. Online, vol. 11, no. 6, pp. 181–189, 2021, doi: 10.48047/rigeo.11.06.22.
[17] H. B. Prasetya, “Rama sebagai penjaga kehidupan dalam relief ramayana prambanan,” no. August, 2017, doi: 10.22146/kawistara.22991.
[18] Hermanu dan Timbul Haryono, “Relief Ramayana.” Bentara Budaya, Yogyakarta, 2012.
[19] A. Bhikkhu, Avatara:, 1st ed. Ehipassiko Foundation, 2022.
[20] Poerbatjaraka, Ramayana Djawa Kuna: Teks dan Terjemahan, 1st ed. Jakarta: Perpustakaan Nasional RI, 2010.
[21] P. Tabrani, “Wimba, Asal Usul Dan Peruntukkannya,” Wimba J. Komun. Vis., vol. 1, no. 1, pp. 1–7, 2015, doi: 10.5614/jkvw.2009.1.1.1.
[22] F. P. Supandi, A. T. Mansoor, and S. P. Ramadina, “Kajian Desain Karakter Dalam Game Overwatch dalam Kerangka Metode Perancangan Manga Matrix,” Wimba J. Komun. Vis., vol. 8, no. 1, 2017, doi: 10.5614/jkvw.2017.8.1.5.
[23] A. D. Iskandar, F. Persada, and M. Astuti, “Visual Grammar of Ramayana Story Reliefs of Prambanan Temple,” Gondang J. Seni dan Budaya, vol. 8, no. 1, pp. 122–138, 2024, doi: 10.7176/ads/72-04.
[24] D. Grewal, D. Herhausen, S. Ludwig, and F. Villarroel, “The Future of Digital Communication Research : Considering Dynamics,” J. Retail., vol. 98, no. 2, pp. 224–240, 2022, doi: 10.1016/j.jretai.2021.01.007.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Asep Deni Iskandar, Ijah Hadijah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Asep Deni Iskandar










