Faktor yang Berhubungan dengan Gizi Lebih pada Remaja di Asrama dan Non Asrama

Authors

  • ID Jihan Tri Faradillah Khansa Universitas Tadulako, Palu, Indonesia
  • ID Jamaludin M.Sakung Universitas Tadulako, Palu, Indonesia
  • ID Nikmah Utami Dewi Universitas Tadulako, Palu, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30812/nutriology.v7i1.6033

Keywords:

aktivitas fisik, asupan zat gizi, emotional eating, gizi lebih, remaja, tingkat stress

Abstract

Gizi lebih pada remaja merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat dan dipengaruhi oleh berbagai faktor gaya hidup, psikologis, serta lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gizi lebih pada remaja di MAN Insan Cendekia Kota Palu (asrama) dan MAN 1 Kota Palu (non-asrama). Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 130 siswa yang dipilih secara proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner meliputi asupan protein, lemak, karbohidrat, aktivitas fisik, stres, dan Emotional Eating. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, serta multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada MAN Insan Cendekia Kota Palu terdapat hubungan signifikan antara asupan protein, asupan lemak, aktivitas fisik, stres, dan Emotional Eating dengan gizi lebih (p<0.05). Sedangkan pada MAN 1 Kota Palu, variabel yang berhubungan signifikan adalah asupan protein, asupan lemak, dan aktivitas fisik (p<0.05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa asupan lemak merupakan faktor paling dominan yang berhubungan terhadap risiko gizi lebih, diikuti oleh aktivitas fisik dan stres. Kesimpulan dari penelitian ini ialah remaja dengan asupan lemak tinggi memiliki peluang lebih besar untuk mengalami gizi lebih dibandingkan mereka yang memiliki asupan lemak rendah.

References

[1] A. M. Mayer et al., Indonesia’s triple burden of malnutrition; A call for urgent policy change. IIED, 2019.

[2] N. M. Maslakhah and G. N. Prameswari, “Pengetahuan Gizi, Kebiasaan Makan, dan Kebiasaan Olahraga dengan Status Gizi Lebih Remaja Putri Usia 16-18 Tahun,” Indonesian Journal of Public Health and Nutrition, vol. 2, no. 1, pp. 52–59, Mar. 2022, doi: 10.15294/ijphn.v2i1.52200.

[3] WHO, “Obesity and overweight — Fact sheet,” World Health Organization, 2025.

[4] A. Warsid, H. Arifin, and T. Jehaman, “Gambaran Pengetahuan dan Konsep Diri Remaja Berkaitan Dengan Obesitas: Studi Kualitatif,” Jurnal Promotif Preventif, vol. 6, no. 6, pp. 854–861, 2023, doi: 10.47650/jpp.v6i6.1036.

[5] G. Sogari, C. Velez-Argumedo, M. I. Gómez, and C. Mora, “College Students and Eating Habits: A Study Using An Ecological Model for Healthy Behavior,” Nutrients, vol. 10, no. 12, p. 1823, Nov. 2018, doi: 10.3390/nu10121823.

[6] D. Hill, M. Conner, M. Bristow, and D. B. O’Connor, “Daily stress and eating behaviors in adolescents and young adults: Investigating the role of cortisol reactivity and eating styles,” Psychoneuroendocrinology, vol. 153, p. 106105, Jul. 2023, doi: 10.1016/j.psyneuen.2023.106105.

[7] B. G. Sadikin, Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022. Jakarta: Kemenkes RI, 2022.

[8] R. J. Moenari, “Data Status Gizi Remaja di Kota Palu,” Dinas Kesehatan Kota Palu, Palu, 2023.

[9] M. Melough, D. Foster, A. M. Fretts, and S. Sathyanarayana, “Dietary Sources of Melamine Exposure among US Children and Adults in the National Health and Nutrition Examination Survey 2003–2004,” Nutrients, vol. 12, no. 12, p. 3844, Dec. 2020, doi: 10.3390/nu12123844.

[10] L. L. Birch, S. Anzman-Frasca, and A. K. Ventura, “Preventing childhood obesity: A social ecological perspective. In Handbook of Childhood and Adolescent Obesity,” Springer, pp. 135–148, 2021.

[11] K. Ng, J. Cooper, F. McHale, J. Clifford, and C. Woods, “Barriers and facilitators to changes in adolescent physical activity during COVID-19,” BMJ Open Sport & Exercise Medicine, vol. 6, no. 1, p. e000919, Nov. 2020, doi: 10.1136/bmjsem-2020-000919.

[12] M. Esen Öksüzoğlu, D. Akdemir, S. Akgül, and P. Özdemir, “Predictors of emotional eating behaviors in adolescents with overweight and obesity,” Archives de Pédiatrie, vol. 31, no. 8, pp. 527–532, Nov. 2024, doi: 10.1016/j.arcped.2024.07.007.

[13] M. B. Costa et al., “Food consumption and mental health in children and adolescents: A systematic review protocol,” MethodsX, vol. 13, p. 103015, Dec. 2024, doi: 10.1016/j.mex.2024.103015.

[14] E. K. Arnesen et al., “Protein intake in children and growth and risk of overweight or obesity: A systematic review and meta-analysis,” Food & Nutrition Research, vol. 66, Feb. 2022, doi: 10.29219/fnr.v66.8242.

[15] D. Dewanti, A. Syauqy, E. R. Noer, and , Adriyan Pramono, “Hubungan Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Dengan Obesitas Sentral Pada Usia Lanjut Di Indonesia: Data Riset Kesehatan Dasar,” GIZI INDONESIA, vol. 45, no. 2, pp. 79–90, Sep. 2022, doi: 10.36457/gizindo.v45i2.662.

[16] S. A. Putri, R. Wulandari, and A. Setiawan, “Hubungan asupan protein dengan status gizi remaja di Kota Malang,” Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia, vol. 10, no. 1, pp. 39–46, 2022, doi: 10.36457/gizindo.v45i2.6366.

[17] U. Muliani, D. S. Sumardilah, and M. Lupiana, “Asupan Gizi Dan Pengetahuan Dengan Status Gizi Remaja Putri,” Cendekia Medika : Jurnal STIKES Al-Ma’arif Baturaja, vol. 8, no. 1, pp. 35–42, 2023.

[18] I. Kusma Ristanti, D. A. Ainun Nafies, N. W. Prasiwi, and E. J. Lailiyah, “Hubungan Asupan Protein Dengan Status Gizi Pada Remaja Putri Di Pondok Pesantren, Kabupaten Tuban,” Jurnal Mitra Kesehatan, vol. 6, no. 2, pp. 139–147, Jun. 2024, doi: 10.47522/jmk.v6i2.297.

[19] E. Malczyk, K. W. Walkiewicz, M. Muc-Wierzgoń, and S. Dzięgielewska-Gęsiak, “Estimation of Intake of Fat, Saturated Fatty Acids, and Trans Fatty Acids from Sweet and Salty Snacks Among Children and Adolescents,” Nutrients, vol. 17, no. 9, p. 1572, May 2025, doi: 10.3390/nu17091572.

[20] M. D. Akbar, A. Zainuddin, and Lisnawaty, “Hubungan Pola Konsumsi Dan Asupan Zat Gizi Dengan Status Gizi Pada Siswa Man Insan Cendekia Kota Kendari Tahun 2024,” Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia, vol. 5, no. 4, pp. 102–106, 2025, doi: 10.37887/jgki.v2i4.

[21] M. C. N. Buana, “Hubungan Sisa Makanan dan Asupan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi Remaja di Madrasah Aliyah Bali Bina Insani Tabanan,” Journal of Nutrition Science, vol. 12, no. 1, pp. 1–14, 2023, doi: 10.33992/jig.v12i1.1275.

[22] F. B. Hu, “Dietary Fat and Risk of Weight Gain: A Meta-Analysis.,” American Journal of Clinical Nutrition, vol. 93, no. 5, pp. 1019–1029, 2021, doi: 10.1017/S0007114500000921.

[23] M. A. K. Sari and Y. N. Lestari, “Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Obesitas pada Remaja (Studi Kasus di SMA Negeri 15 Semarang),” Media Gizi Kesmas, vol. 13, no. 1, pp. 386–396, Jun. 2024, doi: 10.20473/mgk.v13i1.2024.386-396.

[24] Hanum Huwaida and Mardiana, “Hubungan Kebiasaan Sarapan, Asupan Zat Gizi Dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Obesitas Remaja Usia 16-18 Tahun Di Kota Semarang,” Majalah Kesehatan, vol. 12, no. 3, pp. 252–260, Oct. 2025, doi: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.03.8.

[25] I. Sholikhah and R. Adelina, “Studi Literatur Hubungan Asupan Zat Gizi Makro Terhadap Kejadian Obesitas Pada Remaja di Indonesia,” Jurnal Pangan Kesehatan dan Gizi Universitas Binawan, vol. 5, no. 1, pp. 1–11, Dec. 2024, doi: 10.54771/gjyrc815.

[26] A. Sari and M. Azhari, “Pengaruh Pola Makan Terhadap Kesehatan Remaja di Era Modern,” Jurnal Kesehatan Masyarakat, vol. 8, no. 2, pp. 123–130, 2020.

[27] K. Sartorius, B. Sartorius, T. E. Madiba, and S. Cristina, “Dietary Carbohydrate Intake and Obesity Risk in Youth: A Systematic Review,” Nutrients Journal, vol. 14, no. 2, pp. 76–86, 2022, doi: 10.1136/bmjopen-2017-018449.

[28] A. Mutia, Jumiyati, and Kusdalinah, “Pola Makan dan Aktivitas Fisik Terhadap Kejadian Obesitas Remaja pada Masa Pandemi COVID-19,” Journal of Nutrition College, vol. 11, no. 1, pp. 26–34, 2022, doi: 10.14710/jnc.v11i1.32070.

[29] K. O. Abudu, “Kejadian Obesitas Pada Remaja Usia 12-18 Tahun Di Kota Yogyakarta,” Jurnal Gizi dan Kesehatan, vol. 9, no. 1, pp. 45–50, 2020, doi: 10.32502/sm.v15i2.9504.

[30] Dini Lubna Alyani, “Hubungan Asupan Energi, Aktivitas Fisik, dan Tingkat Stres dengan Status Gizi Santri di Asrama Sunan Ampel Putri Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang,” Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi, vol. 2, no. 3, pp. 20–31, Jun. 2024, doi: 10.55606/jig.v2i3.2993.

[31] H. Saputro, A. S. Syagata, and A. D. A. Dewi, “Aktivitas Fisik Berhubungan Dengan Status Gizi Lebih Pada Siswa di Asrama Putri,” Pontianak Nutrition Journal, vol. 7, no. 2, pp. 538–543, Sep. 2024, doi: 10.30602/pnj.v7i2.1522.

[32] S. Mohebati, M. A. Farhangi, and M. Najafi, “Dietary carbohydrate quantity and quality in relation to overweight and obesity among adolescents: A cross-sectional study,” BMC Pediatrics, vol. 24, no. 1, pp. 1–10, 2024, doi: 10.1186/s12887-024-04671-9.

[33] T. Pratiwi, “Pengaruh Aktivitas Fisik dan Pola Makan Terhadap Kesehatan Remaja,” Jurnal Gizi dan Kesehatan, vol. 11, no. 2, pp. 125–132, 2020, doi: 10.36565/jab.v14i2.942.

[34] E. Susanti, “Peran Pola Makan dan Aktivitas Fisik dalam Kesehatan Remaja,” Jurnal Kesehatan Masyarakat, vol. 9, no. 3, pp. 200–207, 2022, doi: 10.19184/pk.v12i1.19604.

[35] H. Nabawiyah, “Hubungan pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur dengan status gizi santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1,” Darussalam Nutrition Journal, vol. 5, no. 1, pp. 78–89, May 2021, doi: 10.21111/dnj.v5i1.5876.

[36] R. Rizkina and N. U. Dewi, “Hubungan Antara Tingkat Stres, Body Image, Dan Perilaku Makan Tinggi Natrium Dengan Status Gizi Pada Remaja Putri Studi Di SMA Negeri 2 Palu,” JANE-Health: Journal of Applied Nutrition, Environment, and Health, vol. 1, no. 1, pp. 26–32, 2025, doi: 10.56303/jane.v1i1.

[37] Y. Pradana and H. Lestari, “Stres psikologis dan risiko obesitas pada remaja SMA di Jakarta,” Jurnal Kesehatan Reproduksi dan Remaja, vol. 3, no. 2, pp. 78–85, 2021, doi: 10.30989/mik.v10i3.618.

[38] B. Setiawan and R. Prasetyo, “Stres dan Kesehatan Mental pada Remaja: Analisis Hubungan dengan Obesitas,” Jurnal Psikologi Kesehatan, vol. 13, no. 2, pp. 145–152, 2021, doi: 10.22146/ijcn.23021.

[39] I. Muzdalifah, “Hubungan Stress dengan Status Gizi pada Santriwati Pondpk Pesantren Nurul Hakim PPKH-KMMI Lombok Barat,” UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2021. [Online]. Available: https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/64229?utm_source

[40] R. N. Afifah and S. Prayitno, “Pengaruh Stres Terhadap Obesitas pada Remaja di Indonesia,” Jurnal Kesehatan Masyarakat Unsri, vol. 8, no. 2, pp. 75–82, 2020.

[41] F. Mayataqillah, F. Nugraheni, and O. Zulkarnain, “Hubungan Tingkat Stres Dengan Kejadian Obesitas Pada Remaja Sma Negeri 1 Bintan Timur,” Jurnal Info Kesehatan, vol. 13, no. 1, pp. 571–576, 2023, [Online]. Available: ttps://jurnal.ikbis.ac.id/index.php/infokes/article/view/461

[42] A. Gusti and H. Maulana, “Hubungan Antara Stres dan Kebiasaan Makan Remaja di Kota Jakarta,” Jurnal Kesehatan Masyarakat, vol. 10, no. 3, pp. 215–222, 2021.

[43] S. Mardiyah, K. Wandini, and P. Dwiyana, “The relationship between stress, emotional eating, and nutritional status in adolescents,” Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics), vol. 12, no. 4, p. 252, Jul. 2024, doi: 10.21927/ijnd.2024.12(4).252-261.

[44] Devira Novi Aprillia, D. I. Puspitasari, and D. Sarbini, “Hubungan Kejadian Stres dan Kejadian Emotional Eating dengan Status Gizi pada Remaja SMA di Kecamatan Banjarsari Surakarta,” Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat, vol. 4, no. 4, pp. 1112–1121, Nov. 2025, doi: 10.54259/sehatrakyat.v4i4.5961.

[45] F. Nabilah and I. Ekayanti, “The Hubungan Emotional Eating, Aktivitas Fisik, dan Kualitas Diet dengan Dismenorea Primer pada Mahasiswi PKU IPB,” Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik, vol. 3, no. 1, pp. 31–39, Mar. 2024, doi: 10.25182/jigd.2024.3.1.31-39.

[46] F. Nuraini, S. Maulina, and H. Aisyah, “Emotional Eating Dan Hubungannya Dengan Status Gizi Remaja Perempuan Di Sekolah Berasrama,” Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics, vol. 11, no. 1, pp. 27–36, 2023, doi: 10.47650/jpp.v6i6.1036.

[47] N. Fathimatuzzahra, Nurhamidi, and R. Yanti, “Hubungan Perilaku Emotional Eating, Restraint Eating, dan Tingkat Stres dengan Status Gizi Remaja,” Jurnal Riset Pangan dan Gizi, vol. 6, no. 2, pp. 159–166, Nov. 2024, doi: 10.31964/jr-panzi.v6i2.228.

[48] R. N. Arifin and R. Widiastuti, “Emotional Eating dan Obesitas pada Remaja: Hubungan dan Dampaknya,” Jurnal Kesehatan Masyarakat, vol. 15, no. 2, pp. 100–107, 2021, doi: 10.3390/ijerph18030991.

Downloads

Published

2026-04-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

Faktor yang Berhubungan dengan Gizi Lebih pada Remaja di Asrama dan Non Asrama. (2026). Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan, 7(1), 57-70. https://doi.org/10.30812/nutriology.v7i1.6033