Hubungan Status Gizi dengan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Prasekolah di Wilayah Kerja Posyandu Bunga Maja Kecamatan Gunung Sari
DOI:
https://doi.org/10.30812/nutriology.v2i2.1581Keywords:
Status Gizi, Motorik Kasar, Anak Pra SekolahAbstract
Perkembangan motorik sangat dipengaruhi oleh status gizi, status kesehatan, dan perlakuan gerak yang sesuai dengan perkembangannya. Anak usia prasekolah adalah anak usia 3-6 tahun. Masa ini disebut sebagai masa golden age, dimana perkembangan anak meningkat secara cepat. Faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak adalah status gizi dan perawatan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan status gizi dengan perkembangan motorik kasar anak usia prasekolah diPosyandu Bunga Maja Kecamatan Gunung sari. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional,mengumpulkan data primer dengan kuesioner. Jumlah sampel 40 ibu yang memiliki anak usia 3-5 tahun di Posyandu Bunga Maja Kecamatan Gunung Saridengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner. Hasil analisis dengan chi square menyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan perkembangan motorik kasar anak usia prasekolah (p=0,026). Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan status gizi dengan perkembangan motorik kasar anak usia prasekolah. Berdasarkan penelitian di atas diharapkan orang tuaterutamaibu agar memperhatikanstatus gizi anaknya.
References
[2] Wong et al. (2008). “Buku Ajar Keperawatan Pediatrikâ€. Jakarta: EGC
[3] Suyadi. Ulfah, M. (2013). “Konsep Dasar PAUDâ€. Remaja Rosdakarya.
[4] Benfer, A, Katherine, Weir, A, Kelly. Ware, S, Robert, Davies, S, W, Peter. Boyd, N, Roslyn. 2012. “Longitudinal cohor protocol study of oropharyngeal dysphagia: relationships to gross motor attaiment, growth and nutrional status in preschool children with celebral palsyâ€
[5] Rezky. Utama,Ngesti. Andinawati,Mia. “Hubungan status gizi dengan perkembangan motorik kasar anak usia prasekolah di wilayah kerja Posyandu Kalisongo Kecamatan Dauâ€. Jurnal Ilmiah Keperawatan, vol 2. no 3. 2017.
[6] Badrosono, Saptawati. (2009) “Penilaian Satus Gizi Balitaâ€. Universitas Indonesia.
[7] Oetoro, S. (2012) “Smart Eating: 1000 Jurus makan pintar dan hidup bugar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
[8] Proverawati, A. Kusuma Wati, E. (2010). “Ilmu Gizi Untuk Keperawatan dan Gizi Kesehatanâ€. Yogyakarta: Nuha Medika.
[9] Soetjiningsih, (2016). “Tumbuh Kembang Anakâ€. Edisi 2. Jakarta: EGC
[10] Pangestu, L. B. (2017). Hubungan Status Gizi Dengan Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak Usia Pra Sekolah Di Tk Aba 33 Semarang. Semarang: Universitas Islam Sultan Agung.
[11] Rahyubi, H. (2012). Teori-teori Belajar dan Aplikasi Pembelajaran Motorik. Bandung: Nusa Media
[12] Timuda, Caesar Ensang. “Hubungan Status Gizi anak dengan perkembangan motorik kasar pada anak usia bayi dan balita (0-59 bulan) di Puskesmas Pandanwangi Malangâ€. Jurna Ilmu Kesehatan dan kedokteran keluarga. Vol. 10 No.2. 2014
[13] Mugianti. ‘Perkembangan motorik Balita Obesitas Usia 3-5’ Tahun. Jurnal Ners dan Kebidanan. 2018
[14] IDAI. (2013). Air susu ibu dan tumbuh kembang anak, Indonesia Pediatri.
[15] Handayani, E. A. (2016) ‘Hubungan Obesitas dengan Perkembangan Motorik Kasar Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Ngoresan Surakarta’. Skripsi. Universitas Sebelas Maret Surakarta.
[16] Sahreni,Sukma. “Hubungan status gizi dengan perkembangan motorik kasar pada siswa TK IT Rabbani Batamâ€. Zona Kedokteran, vol 9 no 3. 2019
[17] Soetjiningsih. Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya. Cv. Agung Seto: Jakarta; 2007.
[18] Almatsier, S. (2009). “Prinsip Dasar Ilmu Giziâ€. Jakarta. Gramedia Pustaka utama