Rancang Bangun Alat Monitoring Suhu Tubuh Untuk Pasien Demam Berdarah Menggunakan Smartphone Berbasis Internet Of Things

  • Fahri Satriya Universitas Jayabaya
  • Mardiono Mardiono Universitas Jayabaya
  • Reza Diharja Universitas Jayabaya
Keywords: Firebase, Internet Of Things, WeMos D1 Mini, Sensor Suhu, Smartphone

Abstract

Demam berdarah merupakan penyakit yang mudah menular. Sarana penularan demam berdarah sendiri berasal dari gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albocpictus. Demam dengue terjadi dalam tiga tahap: Demam, kritis, dan pemulihan. Pada fase demam, seseorang biasanya mengalami demam tinggi. Panas badan seringkali mencapai 40 derajat Celsius. Untuk mengetahui kondisi suhu tubuh pasien penyakit demam berdarah, diperlukan alat monitoring suhu tubuh. Monitoring tersebut bisa di lihat dimana pun dengan memanfaatkan Internet of Things untuk mengetahui keadaan suhu tubuh pasiennya. Alat yang dibuat akan memanfaatkan sensor suhu DS18B20 untuk mendeteksi suhu tubuh pasien, nilai suhu tubuh tersebut sebagai input yang data nya akan diolah oleh mikrokontroler WeMos. Setelah itu data akan dikirim ke firebase sebagai cloud menggunakan jaringan internet. Output dari sistem ini akan ditampilkan di smartphone dalam bentuk aplikasi android. Aplikasi smartphone dibuat menggunakan platform AppInventor dan menampilkan Nama, Umur, Kamar, Tanggal Masuk dan Suhu Tubuh pasien satu dan pasien dua serta dilengkapi peringatan kode warna, kuning, hijau, merah pada tampilan digital. Kesimpulan dari rancangan sistem ini didesain dapat memudahkan perawat atau dokter memonitoring kondisi suhu tubuh pasien demam berdarah dan pasien penyakit lainnya melalui aplikasi smartphone secara realtime dari jarak jauh tanpa mendatangi tempat pasien dan terdapat data rekam medik untuk melihat hasil monitoring di smartphone. Tingkat akurasi pengukuran suhu ketika di implementasikan pada orang dewasa yaitu 99,45%.

References

[1] R. D. Astuti, I. Ismawati, L. H. Siswanti, and A. Suhartini, “Sebaran Vektor Penyakit Demam Berdarah (Aedes aegypti) di Kampus Universitas Islam Bandung,” Glob. Med. Heal. Commun., vol. 4, no. 2, p. 82, 2016,
[2] J. Budiarto and S. Hadi, “Sistem Kendali Peralatan Elektronik Rumah Tangga Berbasis Internet Of Things Menggunakan Protokol MQTT,” J. Bumigora Inf. Technol., vol. 2, no. 1, pp. 1–11, 2020
[3] A. Heryanto, J. Budiarto, and S. Hadi, “Sistem Nutrisi Tanaman Hidroponik Berbasis Internet Of Things Menggunakan NodeMCU ESP8266,” J. Bumigora Inf. Technol., vol. 2, no. 1, pp. 31–39, 2020
[4] Z. A. Kurnia Sari, H. Permana, and W. Indrasari, “Karakterisasi Sensor Photodioda, Ds18B20, Dan Konduktivitas Pada Rancang Bangun Sistem Deteksi Kekeruhan Dan Jumlah Zat Padat Terlarut Dalam Air,” SPEKTRA J. Fis. dan Apl., vol. 2, no. 2, p. 149, 2017
[5] F. Supegina and E. J. Setiawan, “Rancang Bangun Iot Temperature Controller Untuk Enclosure Bts Berbasis Microcontroller Wemos Dan Android,” J. Teknol. Elektro, Univ. Mercu Buana, vol. 8, no. 2, pp. 145–150, 2017.
[6] Y. Efendi, “Rancangan Aplikasi Game Edukasi Berbasis Mobile Menggunakan App Inventor,” J. Intra-Tech, vol. 2, no. 1, p. 41, 2018.
[7] A. Shukla, S. Chaturvedi, and Y. Simmhan, “A Review on Internet of Things, Internet of Everything and Internet of Nano Things,” Int. J. Comput. Appl. (0975 8887), vol. 113, no. 1, pp. 1–7, 2017
[8] R. K. Kodali and K. S. Mahesh, “A low cost implementation of MQTT using ESP8266,” Proc. 2016 2nd Int. Conf. Contemp. Comput. Informatics, IC3I 2016, no. October, pp. 404–408, 2016
[9] D. M. Gumelar, M. Rivai, and T. Tasripan, “Rancang Bangun Wireless Electronic Nose Berbasis Teknologi Internet of Things,” J. Tek. ITS, vol. 6, no. 2, pp. 6–10, 2017
[10] R. A. Wijaya, S. W. L. W. Lestari, and M. Mardiono, “Rancang Bangun Alat Monitoring Suhu dan Kelembaban Pada Alat Baby Incubator Berbasis Internet Of Things,” J. Teknol., vol. 6, no. 1, p. 52, 2019
Published
2020-09-30
Section
Articles