Implikasi Yuridis Pedoman Pemidanaan KUHP Nasional terhadap Eksistensi Ketentuan Pidana Minimal Khusus

Authors

  • ID Nur Aripkah Fakultas Hukum Universitas Mulawarman
  • ID M. Ramzi Maulana Fakultas Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • ID I Kadek Sudiarsana Fakultas Hukum Universitas Mulawarman

DOI:

https://doi.org/10.30812/fundamental.v7i1.6187

Keywords:

KUHP Nasional , Minimal Khusus, Pedoman Perdamaian

Abstract

 Pembaruan hukum pidana KUHP Nasional menandai pergeseran paradigma pemidanaan dari pendekatan retributif menuju sistem yang lebih humanis, proporsional, dan berorientasi tujuan. Salah satu pembaruan fundamental terletak pada perumusan pedoman pemidanaan dalam Pasal 53 sampai dengan Pasal 54 KUHP Nasional, yang kemudian diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, khususnya terkait penghapusan ketentuan pidana minimum khusus dalam berbagai undang-undang sektoral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi yuridis pedoman pemidanaan KUHP Nasional terhadap eksistensi dan keberlakuan ketentuan pidana minimum khusus dalam sistem pemidanaan Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan, melalui penelaahan terhadap ketentuan KUHP Nasional, Undang-Undang Penyesuaian Pidana, serta doktrin dan praktik pemidanaan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedoman pemidanaan KUHP Nasional menggeser orientasi pemidanaan dari sistem yang kaku dan berbasis angka menuju pemidanaan yang menekankan proporsionalitas, individualisasi pidana, dan keadilan substantif. Penghapusan pidana minimum khusus memberikan ruang diskresi yang lebih luas bagi hakim, namun tetap dibingkai oleh pedoman normatif untuk mencegah disparitas dan kesewenang-wenangan. Hal ini menunjukkan bahwa pedoman pemidanaan merupakan instrumen kunci dalam sistem pemidanaan modern dan perlu dioptimalkan melalui penguatan kapasitas hakim serta harmonisasi lanjutan terhadap undang-undang sektoral agar selaras dengan tujuan pemidanaan yang korektif, rehabilitatif, dan restorative. 

References

Alkostar, A. Korupsi Politik Di Negara Modern. Cet. 1. Yogyakarta: FH UII Press, 2008.

Allott, A. N. The Limits of Law. Butterworth, 1980. ISBN: 978-0-406-55242-6.

Ancel, M. Social Defence: A Modern Approach to Criminal Problems. Psychology Press, 1998. ISBN: 978-0-415-17745-0. Google Books: a8qGXqgjJfcC.

Antosa, P. I. “Implikasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang KUHP Terhadap Pertanggungjawaban Pidana dalam Putusan Hakim”. Dalam Seminar Hukum Nasional: Implikasi KUHP Nasional terhadap Penegakan Hukum Pidana Indonesia. Riau, 2023

Arief, B. N. Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana. Prenada Media, Januari 1, 2016. ISBN: 978-979-1486 46-0. Google Books: Clc_DwAAQBAJ.

Arief, B. N. Kebijakan Legislatif Dalam Penanggulangan Kejahatan Dengan Pidana Penjara. Cet. 1. Yogyakarta: Genta Publishing, 2010. ISBN: 979-8949-19-6. https://journal.uii.ac.id/IUSTUM/article/view/5026.

Aripkah, N., dkk. “Pembaharuan Konsep Hukum Pidana Dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 2023 Tentang KUHP”. Jurnal Fundamental Justice 6, no. 2 (September 23, 2025): 209–226. https://doi.org/10.30812/fundamental.v6i2.5268.

Ashworth, A. Sentencing and Criminal Justice. Sixth edition. Law in Context. Cambridge, United Kingdom: Cambridge University Press, 2015. ISBN: 978-1-107-05788-3 978-1-107-65201-9.

Ashworth, A., dan J. V. Roberts, eds. Sentencing Guidelines: Exploring the English Model. Oxford, United Kingdom: Oxford University Press, 2013. ISBN: 978-0-19-968457-1.

Atmasasmita, R. Hukum Kejahatan Bisnis: Teori Dan Praktik Di Era Globalisasi. Jakarta: Kencana, 2014. ISBN: 978-602-7985-99-5.

Atmasasmita, R. Sistem Peradilan Pidana Kontemporer. Cet. 3. Jakarta: Kencana, 2013.

Azalia, U. H., A. B. Aji, dan L. S. Anggraeniko. “Disparitas Putusan Hakim dalam Kasus Korupsi oleh Pejabat Publik”. Jurnal Hukum In Concreto 2, no. 2 (Agustus 22, 2023): 141–151. https://doi.org/10.35960/inconcreto.v2i2.1173.

Eleanora, F. N. “Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Serta Usaha Pencegahan dan Penanggulangannya (Suatu Tinjauan Teoritis)”. Jurnal Hukum Unissula 25, no. 1 (2011): 12297. https://www.neliti.com/id/publications/12297/.

Faiki, L. O. “Urgensi Pedoman Pemidanaan Demi Terwujudnya Putusan Hakim Yang Berkeadilan”. Journal of Mandalika Literature 5, no. 3 (Agustus 30, 2024): 422–431. https://doi.org/10.36312/jml.v5i3.3471.

Farig, M. A. M. Setelah Minimum Khusus Dihapus, Bagaimana APH Seharusnya Berpikir Tentang Pemidanaan? Dandapala, Januari 21, 2026. https://dandapala.com/article/detail/setelah-minimum-khusus-dihapusbagaimana-aph-seharusnya-berpikir-tentang-pemidanaan.

Frankel, M. E. Criminal Sentences; Law Without Order, New York: Hill and Wang, 1973. ISBN: 978-0-8090 3709-4.

Garnasih, Y. Penegakan Hukum Anti Pencucian Uang Dan Permasalahannya Di Indonesia. Ed. 1. Depok: Rajawali Pers, 2017. ISBN: 978-979-769-897-3.

Hajairin, H., dkk. “Pedoman Pemidanaan Hakim Perspektif Kebebasan Hakim Dalam Peradilan Pidana Terintegrasi”. Fundamental: Jurnal Ilmiah Hukum 13, no. 1 (Juni 30, 2024): 222–235. https://doi.org/10.34304/jf.v13i1.265.

Husak, D. N. Overcriminalization: The Limits of the Criminal Law. Oxford University Press, 2008. ISBN: 978-0-19-539901-1. Google Books: A7IRDAAAQBAJ.

Husein, Y. Bunga Rampai Anti Pencucian Uang. Books Terrace & Library, 2007. ISBN: 978-979-99024-6-7. Google Books: naWbAAAAMAAJ.

Kleden, K. L. “Pendekatan Viktimologi Meminimalisir Disparitas Pidana”. Jurnal Hukum Magnum Opus 2, no. 2 (Juli 14, 2019): 206–216. https://doi.org/10.30996/jhmo.v2i2.2611.

Latifah, M., dan P. J. Hairi. “Pengaturan Pedoman Pemidanaan KUHP Baru dan Implikasinya pada Putusan Hakim”. Negara Hukum: Membangun Hukum untuk Keadilan dan Kesejahteraan 15, no. 2 (Maret 27, 2025). https://doi.org/10.22212/jnh.v15i2.4573.

Mochtar, Z. A. “Independensi Komisi Pemberantasan Korupsi Pasca Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019”. Jurnal Konstitusi 18, no. 2 (November 12, 2021): 321–344. https://doi.org/10.31078/jk1823.

Moento, P. A., F. Firman, dan A. P. Yusuf. “Good Governance Dalam Pemerintahan”. Musamus Journal of Public Administration 1, no. 2 (April 20, 2019): 10–16. https://doi.org/10.35724/mjpa.v1i2.1985.

Muksin, M. R. S. “Tujuan Pemidanaan Dalam Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia”. Sapientia Et Virtus 8, no. 1 (Juli 10, 2023): 225–247. https://doi.org/10.37477/sev.v8i1.465.

Muladi, M. Kapita Selekta Sistem Peradilan Pidana. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2002. ISBN: 979-8347-82-X.

Muladi, M., dan B. N. Arief. Teori-Teori Dan Kebijakan Pidana. Cet. 4. Bandung: Alumni, 2010. ISBN: 979 414-216-6.

Nasution, M. I., M. Ali, dan F. Lubis. “Pembaruan Sistem Pemidanaan Di Indonesia: Kajian Literatur Atas KUHP Baru”. Judge : Jurnal Hukum 5, no. 01 (Februari 25, 2024): 16–23. https://journal.cattleyadf.org/index.php/Judge/article/view/507.

Nissa, K., R. Fathonah, dan M. Shafira. “Rekonstruksi Keadilan Dalam Hukum Pidana Tinjauan Filosofis Terhadap Politik Hukum Dalam KUHP Baru Dan Dampaknya Pada Sistem Pemidanaa”. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 3, no. 4 (September 19, 2025): 5085–5092. https://doi.org/10.61104/alz.v3i4.2087.

Pattiwael, J. J. P., dan S. A. B. Tahir. “Pedoman Pemidanaan Dalam Tindak Pidana Korupsi Yang Merugikan Keuangan Negara”. Gorontalo Law Review 4, no. 2 (Desember 3, 2021): 201–213. https://doi.org/10.32662/golrev.v4i2.1801.

Pratama, M. I. W., dan D. Daviska. “Penerapan Pedoman Pemidanaan Bagi Hakim Sebelum Diundangkannya KUHP Baru”. Jurnal Fakta Hukum 4, no. 1 (Oktober 3, 2025): 13–20. https://doi.org/10.58819/jfh.v4i1.180.

Pratiwi, E., T. Negoro, dan H. Haykal. “Teori Utilitarianisme Jeremy Bentham: Tujuan Hukum Atau Metode Pengujian Produk Hukum?” Jurnal Konstitusi 19, no. 2 (Juni 2, 2022): 268–293. https://doi.org/10.31078/jk1922.

Rivanie, S. S., dkk. “Perkembangan Teori-teori Tujuan Pemidanaan”. Halu Oleo Law Review 6, no. 2 (September 28, 2022): 176–188. https://doi.org/10.33561/holrev.v6i2.4.

Saifudeen, M. “Sentencing Guidelines in Various Countries”. Indian Journal of Integrated Research in Law 5, no. 5 (2023): 1782–1800. https://doi.org/IJIRL/V5-I5/A119.

Sasangka, H. Narkotika Dan Psikotropika Dalam Hukum Pidana : Untuk Mahasiswa Dan Praktisi Serta Penyuluh Masalah Narkoba. Cet. 1. Bandung: Mandar Maju, 2003. ISBN: 979-538-244-6.

Supriadin, S. “Pedoman Pemidanaan Dalam Rekonstruksi Sistem Hukum Pidana Nasional 2023-2024”. Lex Jurnalica 21, no. 1 (April 29, 2024). https://doi.org/10.47007/lj.v21i1.7757.

Zulkarnain, I. G. A. K. K., I. G. A. V. Awanadi, dan I. M. F. Pradnyana. “Penjatuhan Sanksi Pidana Penjara Di Bawah Minimal Khusus Pada Tindak Pidana Narkotika”. Jurnal Yustitia 21, no. 2 (Desember 11, 2025): 49–58. https://doi.org/10.62279/yustitia.v21i2.1647.

Published

2026-03-11

How to Cite

Aripkah, N. ., M. Ramzi Maulana, & I Kadek Sudiarsana. (2026). Implikasi Yuridis Pedoman Pemidanaan KUHP Nasional terhadap Eksistensi Ketentuan Pidana Minimal Khusus. Jurnal Fundamental Justice, 7(1), 41-62. https://doi.org/10.30812/fundamental.v7i1.6187