Edukasi Antiperundungan Bagi Siswa Madrasah Ibtidaiyah Nurul Azhar Desa Tanggul Kulon, Untuk Mewujudkan Sekolah Aman, Bebas Perundungan

Authors

  • Belgis Hayynatun Nufus Universitas Jember, Jember, Indonesia
  • Mahfudz Siddiq Universitas Jember, Jember, Indonesia
  • Venantya Asmandani Universitas Jember, Jember, Indonesia
  • Aisyah Jovanca Universitas Jember, Jember, Indonesia
  • Himatul Ulya Universitas Jember, Jember, Indonesia
  • Febriartita Budi Kartikasari Universitas Jember, Jember, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30812/adma.v6i2.5893

Keywords:

Anak, Anti-perundungan, Edukasi, Pencegahan, Siswa

Abstract

Sebagai putri daerah yang tumbuh dan besar di Desa Tanggul Kulon, saya terdorong untuk mengambil peran dan berkontribusi dengan melakukan sebuah kegiatan pengabdian di Sekolah MI Al-Falah Tanggul melalui edukasi antiperundungan. Salah satu dosa besar dalam dunia pendidikan yaitu perundungan, dan di MI Al-falah sebagai Sekolah Dasar dengan latar belakang siswa yang beragam membuat rawan terjadinya perundungan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan terjadinya perundungan di MI Al-Falah Tanggul. Terdapat beberapa tahapan yang dilakukan yaitu engagement, assesment, intervention, dan evaluation. Pada tahapan intervention, metode yang digunakan kepada siswa yaitu Metode Fun Learning. Metode ini membuat siswa senang dan sangat antusias berpartisipasi dalam kegiatan. Hasil pengabdian yang teridentifikasi, dengan membandingkan pre-test dan post-tes menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai materi perundungan. Edukasi antiperundungan membuat siswa mengetahui tentang bentuk dan jenis perundungan, batasan perilaku yang dapat diklasifikasikan sebagai perundungan, dampak perundungan bagi korban maupun pelaku, serta sanksi yang dapat diberikan bagi pelaku perundungan. Di akhir sesi, semua siswa melakukan deklarasi antiperundungan, bersama tim pengabdian juga seluruh dewan guru. Deklarasi ini dilakukan sebagai salah satu wujud komitmen moral dari warga MI Al-Falah Tanggul untuk menciptakan sekolah aman, bebas perundungan. 

References

Agustin, A., Saputri, A. I., Azzahra, U. D., & Izzatika, A. (2024). Mengenali jenis-jenis bullying di sekolah dasar dan cara mengatasinya. Jurnal Sekolah UNIMED, 8(4).

Dewi, P. F. S. (2023). Pelatihan empati untuk menurunkan perilaku bullying pada pelaku bullying siswa SMP. JIP (Jurnal Intervensi Psikologi), 15(1). https://doi.org/10.20885/intervensipsikologi.vol15.iss1.art5

Idris, M., Syaifullah, M., Rosaldy, A. A., Ramadani, A. H., Sandawana, F., & Rahmawati, S. (2024). Upaya menanggulangi bullying di kalangan pelajar: Strategi efektif untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan positif. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(6). https://doi.org/10.59818/jpm.v4i6.847

Izharifa, F. K., Alhamdani, M. H. Y., Sandow, U., Ristati, D. A., & Kawuryan, F. (2024). Upaya pencegahan terjadinya 3 dosa besar dalam pendidikan di SD 4 Tenggeles. Jurnal Muria Pengabdian Masyarakat, 01(01).

Lestari, R. D., & Kowi, M. S. (2024). Dampak dan pencegahan perundungan (bullying) di lembaga pendidikan Indonesia. Journal of Social Science Education, 5(2). https://doi.org/10.32332/69n8nr50

Maritim, E. (2023). Pencegahan dan upaya mengatasi tindak perundungan di sekolah dasar. Khazanah Pendidikan, 17(1), 205. https://doi.org/10.30595/jkp.v17i1.16094

Mohay, F. (2025, May 30). 3 Kasus perundungan siswa di bulan Mei 2025: Terjadi di Cirebon, Pinrang hingga Indragiri Hulu. Tribunnews.com. https://www.tribunnews.com/regional/2025/05/30/3-kasus-perundungan-siswa-di-bulan-mei-2025-terjadi-di-cirebon-pinrang-hingga-indragiri-hulu

Nurmayanti, A. (2025, November). Gelombang kasus tragis bullying di sekolah: 25 anak meninggal di tahun 2025, mayoritas dipicu perundungan. Pojoksatu.id. https://www.pojoksatu.id/edugov/1086847337/gelombang-kasus-tragis-bullying-di-sekolah-25-anak-meninggal-di-tahun-2025-mayoritas-dipicu-perundungan

Pradana, C. D. E. (2024). Pengertian tindakan bullying, penyebab, efek, pencegahan dan solusi. Jurnal Syntax Admiration, 5(3).

Putra, A., Sholihin, M., Sandi, Q., & Asmuni. (2023). Dampak kekerasan dan perundungan (bullying) di lembaga pendidikan serta pencegahannya. Al-Hikmah Jurnal Studi Keislaman Dan Pendidikan, 10(2), 16–30.

Rembang, C. P. N. (n.d.). Deskripsi pelaku perundungan pada anak usia didik sebagai isu psikologi sosial di Indonesia. ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/377693652

Sinombor, S. H. (2025, June). Kasus Riau potret lemahnya pengawasan dan perlindungan anak didik. Kompas.id. https://www.kompas.id/artikel/kasus-riau-potret-lemahnya-pengawasan-dan-perlindungan-sekolah-pada-anak-didik

Sirait, P. N. S. (2023). Mengeksplorasi pengalaman psikologis remaja korban bullying. Wacana Psikokultural: Jurnal Ilmiah Psikologi, 1(1).

Sudirman, Umar, R., & Habibi, M. M. (2022). Model habituasi sikap anti bullying bagi siswa sekolah dasar melalui permainan menyenangkan. JPDS (Jurnal Pendidikan Dasar Setiabudhi), 5(2), 110–118. https://doi.org/10.17977/um022v5i2p110-118

Yahya, A. N., & Huda, L. (2025, June 7). Orangtua korban perundungan SDN Pondok Gede Bekasi kecewa dengan sikap sekolah. Kompas.com. https://megapolitan.kompas.com/read/2025/06/07/22012201/orangtua-korban-perundungan-sdn-pondok-gede-bekasi-kecewa-dengan-sikap

Downloads

Published

2026-01-28